DINAMIKA ALIRAN-ALIRAN SESAT
TUGAS KELOMPOK
Diajukan untuk
memasuki salah satu tugas mata kuliah
PENDIDIKAN
AGAMA
KELOMPOK
NIM NAMA
12165508 AHMAD FAQIH
Jurusan
Manjamen Informatika
Akademik
Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika
Cabang BSI
Salemba
2017
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan nikmat, rahmat dan karunia-Nya kepada Kami, sehingga penyusunan
makalah dengan judul “DINAMIKA ALIRAN ALIRAN SESAT” ini dapat Kami selesaikan
dengan baik, sebagai salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Agama.
Makalah ini
disusun dengan tujuan memberikan
informasi mengenai aliran-aliran sesat yang berada di Indonesia.
Sesungguhnya
kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT, maka dari itu Kami mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan
dalam makalah ini, baik dalam penulisan atau bahasa yang kami gunakan. Kami menerima
semua kritik dan saran yang membangun, agar kami mampu melakukan perbaikan dan
peningkatan dalam penyusunan makalah ini. Walaupun demikian kami berharap
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak. Aamiin….
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar ………………………......…..….....…………………………………… i
Daftar Isi
………………………….……........…......……………………………………. ii
BAB I Pendahuluan ……………………….......................................………...........……….....
1
1.1 Latar Belakang
…………………..........................................……………….....…. 1
1.2 Maksud Dan Tujuan …………………..........................................………......……
1
BAB II Pembahasan …………………......................................…………….........……..
2
2.1 Defenisi
Aliran Sesat …………………....................................……....………….. 1
2.2 Kriteria
Aliran Sesat …………………............................…………….........…….. 1
2.3 Riwayat
Munculnya Aliran Sesat ……………………...............………….............1
2.4 Faktor
Timbulnya Aliran Sesat ………………….........................……………….. 1
BAB III Analisa
Masalah ………………….................................................……………. 1
3.1 Pengaruh Aliran Sesat
…………………...................................………………….. 1
3.2 Contoh Aliran Sesat
…………………..........................................……………….. 1
3.3 Cara Menghindari Aliran Sesat
………………….................................... ……….. 1
BAB IV Penutup
…………………..................................…………………..........…….. 1
BAB V Daftar
Pustaka …………………...............................................………………… 1
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Islam adalah satu-satunya agama yang
benar yang dirahmati Allah SWT. Islam itu indah apabila kita benar-benar
memahami dan mendalaminya, karena Islam itu penuh dengan sopan santun dan
akhlak yang baik. Serta mengajarkan kebaikan terhadap sesama dan Islam itu
agama yang dapat menyelamatkan kita di dunia dan akhirat.
Namun sangat
disayangkan apabila ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab menodai Islam.
Mereka menyebarkan ajaran yang jauh
berbeda dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Oknum-oknum yang tidak
bertanggungjawab tersebut juga berupaya sekuat tenaga untuk menebarkan
paham-paham maupun pencucian otak untuk mendapatkan pengikut atau jama’ah dan
dapat disebut dengan aliran yang sesat.
Aliran-aliran
sesat muncul dan menyebabkan konflik atau pertentangan diantara kaum muslimin
dengan pengikut aliran sesat tersebut. Kelompok-kelompok yang menodai agama
islam sudah pasti merupakan aliran sesat karena telah keluar jalur dari jalan
yang lurus menuju jalan yang sesat alias jalan yang salah. Orang-orang yang
mengikuti aliran sesat tersebut sangat kasihan sekali, karena mereka diperdaya
oleh setan-setan dari golongan manusia untuk menjerumuskan mereka ke dalam
kesesatan. Orang-orang yang sesat yang memiliki pemahaman tidak sesuai dengan
ajaran agama islam yang benar sudah pasti akan menjadi penghuni neraka. Jangan
harap mendapatkan surga, tetapi mereka justru masuk neraka. Para pengikut
aliran sesat hanya akan dijadikan alat untuk mewujudkan impian pemimpin dari
aliran sesat tersebut.
1.2 Maksud
Dan Tujuan
Kami Sebagai penulis bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pendidikan Agama Islam. Disamping itu melalui makalah ini kami juga ingin
memberikan wawasan kepada masyarakat Muslim tentang kriteria, faktor munculnya
dan contoh aliran sesat Islam yang ada di Indonesia , serta cara supaya kita
tidak terpengaruh dan terjerumus kedalam aliran-aliran sesat.
II. PEMBAHASAN
2.1 Definisi Dinamika Aliran Sesat
Dinamika diartikan sebagai pergerakan yang menimbulkan perubahan
dalam tata hidup masyarakat. Aliran diartikan sebagai paham atau ajaran dan
sesat diartikan sebagai penyimpangan dan orang yang diikuti keyakinannya yang
sesat disebut menyesatkan.
Dan pengertian “Sesat Menyesatkan” (Dallun
Mudillun) adalah paham atau pemikiran yang di anut dan diamalkan oleh sebuah
kelompok yang bertentangan dengan aqidah dan syariat Islam serta dinyatakan
oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyimpang dalil Syar’i.
Menurut Ketua
Dewan Fatwa MUI, KH. Ma’ruf Amin, mendefinisikan Aliran Sesat adalah aliran
diluar kesepakatan wilayah perbedaan dan melenceng diluar manhaj/norma yang
shahih.
Dari bahasan
diatas dapat disimpulkan Dinamika Aliran Sesat dapat didefinisikan sebagai
suatu pergerakan yang dilakukan melalui kepercayaan yang menyimpang dan berbeda
dari kaidah ataupun aturan yang telah ditetapkan oleh Suatu agama. Namun pada intinya, aliran sesat adalah
aliran yang paham atau ajarannya tidak sesuai dengan Al – Quran
2.2 Kriteria Aliran Sesat
Pengertian sesat dalam Al–Quran dan Al–Hadits mencakup semua jenis
penyimpangan dari jalan yang lurus, baik dalam level kecil atau besar,
disengaja atau tidak disengaja. Sementara pengertian sesat dalam istilah aliran
sesat adalah penyimpangan dari dasar-dasar Islam yang dirumuskan oleh Majelis
Ulama Indonesia pada Tanggal 06 Nopember 2007 kedalam 10 kriteria.
Adapun 10
kriteria aliran sesat yang telah dirumuskan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Mengingkari
rukun iman dan rukun Islam.
2. Meyakini dan
atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Al-Quran dan
As-Sun nah).
3. Meyakini
turunnya wahyu setelah Alquran.
4. Mengingkari
Kebenaran Al-Quran.
5. Melakukan
penafsiran Alquran yang tidakk berdasarkan kaidah tafsir.
6. Mengingkari
kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.
7. Melecehkan
dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
8. Mengingkari
Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir.
9. Mengubah,
menambah, dan mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah
ditetapkan syariah.
10. Mengkafirkan
sesama Muslim tanpa dalil syar'i, seperti mengkafirkan seseorang
muslim hanya karena bukan kelompoknya.
2.3 Riwayat Munculnya Aliran Sesat
Terdapat penyebab yang beragam berkenaan dengan kemunculan berbagai
aliran dan mazhab dalam Islam. Di antaranya adalah ketidakpedulian sekelompok
umat Islam terhadap wasiat-wasiat dan ucapan Rasulullah (s.a.w) berkenaan
dengan masalah khilafah dan keimamahan Imam Ali (a.s), masuknya para pemeluk
agama lain di kalangan umat Islam, percampuran dan pertukaran budaya dengan
mereka, adanya jarak masa yang jauh antara umat Islam dengan ajaran Islam yang
sebenar dan pengetahuan terhadap peranan Ahlubait (a.s), adanya pelarangan atas
penulisan hadis-hadis Nabi (s.a.w) hingga berlangsung satu abad lamanya, campur
tangan-tangan jahil para khalifah Bani Umayyah dalam membuat hadis-hadis palsu
untuk memuji sebahagian sahabat yang munafik, adanya campur tangan para
khalifah Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah dengan menciptakan perselisihan
mazhab di antara kaum muslimin dengan tujuan untuk menangkap ikan di air keruh
agar mereka tetap boleh mempertahankan kekuasaan mereka, kebodohan umat dan
terpengaruhnya mereka dengan berbagai propaganda busuk.
Sudah tentu,
bahwa sebahagian faktor itu sengaja diciptakan untuk tujuan merobah dan
menghancurkan ajaran Islam. Khusus mengenai gerakan dan perubahan yang
dilakukan oleh sebahagian kaum Yahudi, iaitu dengan membuat hadis-hadis palsu
yang dikenal dengan sebutan “Israiliyyat”. sebahagian faktor lainnya yang
diciptakan kerana sifat haloba dan tamak terhadap dunia, dan kerana hasad dan
dengki hati yang mendalam terhadap Ahlulbait (a.s). Setiap kelompok dengan
menggunakan politik berhasil menjauhkan sebahagian besar umat Islam dari para
Imam Ahlulbait (a.s) yang merupakan hidayah kepada shirat al-mustaqim (petunjuk
jalan lurus) dengan menciptakan berbagai aliran tertentu. Tetapi sebahagian
aliran tersebut telah musnah ditelan masa dan sebahagian lainnya muncul kembali
pada abad-abad moden sekarang ini. Walaupun mereka bersungguh-sungguh untuk
menghancurkan Islam, tetapi berkat bimbingan dan usaha keras para Imam
Ahlulbait (a.s) dengan penuh kesabaran, istiqamah dan juga dengan usaha keras
para pengikut setia Imam-imam suci Ahlulbait (a.s), ajaran Islam yang asli dan
sumber wahyu Ilahi yang agung masih tetap terjaga secara turun temurun dari
generasi ke generasi berikutnya hingga hari ini.
2.4 Faktor Timbulnya Aliran Sesat
Munculnya fenomena aliran sesat tidak terlepas dari problem
psikologis baik para tokoh pelopornya,
pengikutnya serta masyarakat secara keseluruhan.
Adapun
faktor-faktor yang dapat menimbulkan aliran sesat yaitu :
1. Sikap berlebihan (ghuluw) dalam beragama.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Hai ahli
kitab (baca: Yahudi & Nasrani), janganlah kalian melampaui batas
(berlebihan) dalam agama kalian, dan jangan kalian mengatakan terhadap Allah
kecuali yang benar.” [An Nisa': 171]
“Katakanlah
(Muhammad), ‘Hai ahli kitab, jangan kalian berlebih-lebihan dengan cara yang
tidak benar dalam agamamu.'” [Al Maidah: 77]
Nabi
shollallohu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian bersikap
berlebihan dalam agama. Sesungguhnya yang menyebabkan binasa orang-orang
sebelum kalian hanyalah sikap berlebihan.” [Riwayat Ibnu Majah]“Bakal binasa
orang-orang yang berlebihan,” beliau mengatakannya sebanyak tiga kali. [Riwayat
Muslim]
Secara
etimologi, ghuluw adalah melampaui batas. Sedang menurut terminologi adalah
mendudukkan sesuatu di atas kedudukan aslinya.
A. Contoh aliran sesat yang disebabkan sikap
ghuluw ini adalah:
Syi’ah. Mereka
telah bersikap ghuluw terhadap ‘Ali bin Abi Thalib dan ahlul bait. Bahkan ada
di antara mereka yang mengatakan bahwa ‘Ali adalah tuhan, dan Jibril telah
melakukan kesalahan dalam menyampaikan wahyu kepada Muhammad bin ‘Abdullah,
semestinya kepada ‘Ali!?
B. Khawarij. Mereka telah bersikap berlebihan
dalam menilai pelaku dosa besar, bahwa pelaku pelaku dosa besar adalah kafir
kekal di neraka.
C. Shufi.
Mereka telah berlebihan dalam beribadah sehingga orang yang melakukan yang
dzikirnya sudah mencapai puncak, ia bakal bisa melebur dengan Robbul ‘alamin.
Inilah keyakinan wihdatul wujud yang kafir itu.
2. Reaksi (roddul fi’l) terhadap aliran sesat lainnya.
Ada kalanya ketika seseorang itu melihat
suatu aliran sesat, ia ingin merubahnya dan merasa geram dibuatnya. Maka jika
ia menolak aliran sesat itu dengan ilmu -dalam hal ini sunnah-, benarlah ia
(bid’ah ditolak dengan sunnah). Akan tetapi jika ia menolaknya dengan kebodohan
-dalam hal ini bid’ah dan kesesatan- (bid’ah ditolak dengan bid’ah pula), maka
akan timbul kesesatan yang lain.
A. Contoh aliran sesat yang disebabkan roddul
fi’l ini adalah:
Murji’ah.
Respon mereka terhadap faham takfir Khawarij. Pendapat mereka terhadap pelaku
dosa besar adalah pelaku dosa baik besar maupun kecil imannya tetap sempurna,
tidak berkurang. Oleh karena itu menurut faham Murji’ah antara imannya pelaku
maksiat seperti pelacur atau pembunuh tak ubahnya seperti imannya para shahabat
& ahli ibadah. Karena iman itu tidak bisa bertambah atau berkurang.
B. Mu’tazilah. Yaitu, respon mereka terhadap
faham Khawarij & Murji’ah dalam masalah status pelaku dosa & maksiat.
Dalam masalah ini mereka berpendapat bahwa pelaku dosa itu di dunia tidak
beriman tapi juga di saat yang sama tidak pula kafir, sedang di akhirat kekal
di neraka. Inilah yang dikenal dengan akidah manzilah baina manzilatain (akidah
antara-antara).
C. Musyabbihah. Respon mereka terhadap Jahmiyyah
yang manafikan shifat Alloh, sedangkan Musyabbihah menetapkannya namun
menyamakannya dengan shifat makhluk.
3. Konspirasi kaum kuffar (makarul kuffar).
Di antara sebab munculnya aliran sesat
adalah hasil usaha orang-orang kafir yang menyelundup ke dalam wilayah Islam
dan membuat profokasi sesat seperti:
A. ‘Abdulloh
bin Saba’ Al Yahudi, pendiri firqah Syi’ah.
B. Ma’bad bin Dirham bin … bin Yahudi, pengasas
firqah Jahmiyyah.
C. Orang-orang kafir sekaligus Ingris yang
merupakan tokoh di balik ajaran Ahmadiyyah Qadiyaniyyah.
4. Mendahulukan akal daripada nash Al Quran & Sunnah (naql).
Bisa jadi seseorang yang tersesat itu
disebabkan ketertipuannya terhadap akal-akal kerdil mereka. Karena mereka
menyangka bahwa akal itu tidak mungkin salah. Maka jika ada nash Al Quran atau
Sunnah yang tidak sesuai dengan akal mereka, berarti nash harus diotak-atik
agar selaras dengan akal mereka yang rusak itu. Nah, dengan ke-PeDe-annya
inilah seseorang bisa tersesat dari jalan yang lurus.
Padahal Al
Quran & Sunnah itu tidak mungkin menyelisihi akal yang masih sehat. Hanya
saja mungkin akal itu sendiri yang sakit atau sehat namun karena akal manusia
itu terbatas, tidak semua hal bisa dipikirkan manusia. Maka kalau sudah seperti
ini, seseorang tidak diperbolehkan memaksakan diri untuk memikirkannya dan
menyerahkan ilmunya kepada Alloh ‘Azza wa Jalla.
Di antara
aliran sesat yang muncul karena faktor ini adalah:
A. Mu’tazilah.
Aliran yang satu ini sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahwa mereka sudah
bisa dikenal dengan aliran rasionalis.
B. JIL atau
Jaringan Islam Liberal.
5. Diterjemahkannya buku-buku Yunani ke dalam bahasa ‘Arab, terutama
di masa pemerintahan Khalifah Al Ma’mun.
Dari sini,
aliran Mu’tazilah menampakkan panjinya yang berkiblat kepada ajaran-ajaran
Yunani kuno ala Aristoteles dan muridnya.
6. Adanya ulama yang buruk semacam Nur Hasan ‘Ubaidah perintis faham
LDII (sebelumnya bernama Darul Hadits, lalu Lemkari, lalu LDII).
Biasanya
ulama-ulama macam ini hanya mementingkan dunia. Demi kedudukan dan harta mereka
membodohi orang-orang awam yang mau mereka bodohi. Dan LDII terkenal dengan faham
semacam ini. Mengeruk harta benda pengikutnya buat orang-orang yang di atas.
7. Menjamurnya kebodohan di tengah kaum muslimin.
Faktor yang satu ini tidak perlu dijelaskan
lagi karena sudah sangat jelas. Hal ini pun sudah diwanti-wanti oleh Rosululloh
shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
إن الله لا يَقْبِضُ العلمَ انتزاعاً ينتزعُه من العباد، ولكنْ يقبِضُ
العلم بقبض العلماء، حتى إذا لم يبقَ عالماً؛ اتَّخذ الناس رؤوساًَ جُهَّالا،
فسُئِلوا ؟ فأفتوا بغير العلم، فضلّوا وأضلوا.
“Sesungguhnya
Allah tidak akan mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari manusia. Namun
Allah akan mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Hingga ketika tidak
tersisa lagi seorang berilmu (di tengah mereka), manusia mengangkat para
pemimpin yang jahil. Mereka ditanya, dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Hingga
akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (orang lain).” [Riwayat Al Bukhori &
Muslim]
8. Aliran sesat itu tidak memiliki tolak ukur (mi’yar) dalam memahami
agama.
Tolak ukur yang
benar menurut madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah adalah dengan menjadikan
pemahaman para salafu sholih dalam menafsirkan Al Quran & Sunnah Shohihah.
Namun demikian,
adakalanya suatu aliran sesat itu menjadikan akal yang terbatas itu sebagai
tolak ukur untuk memahami & menafsirkan Al Quran & Sunnah. Akibatnya
banyak nash-nash -terutama yang mutasyabih- yang mereka selewengkan.
9. Keikutsertaan hawa nafsu dalam perselisihan fikih.
10. Hasad & dengki.
Allahua’lam.
III. ANALISA MASALAH
3.1 Pengaruh Aliran Sesat
Adapun Faktor yang menyebabkan mengapa
seseorang bisa terjerumus ke dalam aliran sesat jika ditinjau dari orang yang
mengikutinya yaitu :
1. Keawaman
Tentang Agama
Pengetahuan yang kurang tentang
Agama, mengaku Islam tetapi tidak banyak
tahu tentang
ajaran yang ada, seperti sholat, puasa, zakat, dan haji.
2. Kekaguman
Banyak orang yang memutuskan unntuk
mengikuti paham seseorang tentang agama semata-mata karena kagum pada kemampuan
pribadi orang tersebut, seperti Hafal Al-Quran & Hadits, Sering
mengeluarkan dalil, mengemukakan pemikiran yang terkesan baru ditemui,
kepribadian yang menyenangkan,membuat seseorang merasa baru menemukan
pencerahan & jalan kebenaran didalam agama,dsb.
3. Kebutuhan
Materi / Faktor Ekonomi
Orang-orang yang berasal dari
golongan sesat yang berkelebihan dana dapat dengan mudah merekrut pengikut,
terutama pengikut yang berasal dari orang-orang yang takut lapar &
kesusahan. Mereka dapat menarik simpati dari korbannya melalui program santunan
& bantuan bahan makanan.
Ditinjau Dari
Ulama atau Ahli Agama
1. Belum mampu
menyebarkan informasi Islam yang benar dan lengkap kesemua komponen masyarakat,
serta menyumbangkan solusi praktis bagi permasalahan
umat.
2. Belum bisa
memberikan teladan kepada masyarakat.
3. Belum mampu
mengantisipasi secara dini hal yang baru dari pihak asing.
Sedangkan Pengaruh dari seseorang
mengikuti aliran sesat baik terhadap diri sendiri, keluarga ataupun Masyarakat
adalah Lupa tanggung jawab terhadap
keluarga Mengikuti kumpulan ajarn sesat juga boleh menyebabkan seseorang lupa
tanggung jawabnya terhadap keluarga karena mempunyai sifat taksub dan melampau
dalam beragama.
Keluarga tidak terurus dengan sempurna seperti mana yang
diamanahkan oleh Allah SWT dan keadaan ini juga boleh menyebabkan berlakunya
keruntuhan institusi kekeluargaan itu sendiri.
3.2 Contoh Aliran Sesat
1. AGAMA
AHMADIYAH
Agama ini
didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di India. Mirza dianggap sebagai Nabi yang
disejajarkan dengan Nabi Isa as., Nabi Musa as., Nabi Daud as. Agama ini
bermaksud untuk menyaingi Kenabian Muhammad SAW. Ahmadiyah masuk Indonesia
tahun 1935 dan tersebar, kini sudah mempunyai 200 cabang. Pusatnya sekarang di
Parung Bogor. Mempunyai majalah Nur Islam (sebagai pengganti Sinar Islam yang
telah dilarang). Aliran ini sudah dilarang namun hanya secara lokal. MUI serta
organisasi Islam lainnya telah mengirim surat kepada Pemerintah (Kejagung RI)
tetapi belum mendapat tanggapan. Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah :
a. Mirza Ghulam
Ahmad mengaku dirinya Nabi dan Rasul utusan Tuhan.
b. Mengaku
menerima wahyu di India. Kitab suci mereka bernama Tadzkirah. Isinya
memutarbalikkan ayat-ayat suci Al Qur'an, ayat yang awal diputar ke belakang,
ayat yang satu disambung ayat lainnya sesuai dengan selera nabi India tersebut.
c. Mengakui
Kitab mereka sama sucinya dengan Al Qur'an.
d. Wahyu tetap
turun sampai hari kiamat begitu juga Nabi dan Rasul diutus sampai hari kiamat.
e. Mempunyai
tempat suci sendiri yaitu Qadian dan Rabwah. Nabi Mirza tidak pernah naik haji
ke Makkah.
f. Mereka
mempunyai surga sendiri yang letaknya di Qadian dan Rabwah dan sertifikat
kapling surga tersebut di jual kepada jama'ahnya dengan harga sangat mahal.
g. Wanita
Ahmadiyah haram nikah dengan laki-laki bukan Ahmadiyah tetapi sebaliknya boleh.
h. Tidak boleh
bermakmum dibelakang orang yang bukan Ahmadiyah.
i. Ahmadiyah mempunyai tanggal, bulan dan
tahun sendiri yaitu Suluh, Tabliqh, Aman, Syahadah, Hijrah, Ikhsan, Wafa',
Zuhur, Tabuk, Ikha', Nubuwah, Fatah. Nama tahunnya adalah Hijri Syamsi (HS).
Fatwa MUI /
Dasar Hukum lain yang melarang · No. 05/kep/munas II/MUI/1980 yang menyatakan
ajaran tersebut sesat. · Rabithah alam silami (liga dunia islam) di makkah
menyatakan aliran kafir di luar islam. Tindakan Pemda dan Polri · Dibeberapa
daerah di Jabar telah dilakukan pelarangan walaupun sifatnya masih
lokal/Kab/Kota tersebut saja. · Hasil Sementara Rakor Aparat terkait bahwa
plang/bilboard identitas Jemaah Ahmadiyah dilarang dipasang didepan Masjid
Ahmadiyah atau Pontrennya.
2. AGAMA
SALAMULLAH AJARAN LIA AMINUDDIN
Lia Aminuddin
atau lebih popular Lia Eden, umur 51 tahun tinggal di Jl. Mahoni 30 Jakarta
Pusat. Ada beberapa buku yang sudah dikarang olehnya :
a. Perkenankan
aku menjelaskan sebab taqdir.
b. Pancasila
menuju Zam-zam.
c. Lembaga Al
Hira, fatwa Jibril as. VS fatwa MUI.
d. Puisi-puisi
mendalami kerukunan Nasional.
Pokok-Pokok
Ajarannya :
v Malaikat Jibril akan muncul lagi ke Bumi dan bersemayam di diri
Lia, maka dimanapun Lia berada selalu bersama Malaikat Jibril as.
v Lia mengakui menjadi juru bicara Jibris as. dan mengaku sebagai
Nabi/Rasul.
v Lia mengaku mendapatkan wahyu. d. Lia mengaku mendapatkan mukjizat.
v Agama yang dibawa oleh Lia bernama Salamullah / Agama Perenialisme
yang menghimpun segala agama.
v Lia mengaku sebagai Imam Mahdi.
v Imam Mukti (anaknya) dianggap sebagai Nabi Isa as.
v Abdul Rahman diyakini sebagai wa'sil/Imam besar.
v Mencukur semua jenis rambut lalu membakarnya dianggap sebagai
bentuk ibadah yang diperintahkan Jibris melalui Lia Aminuddin (seperti bayi
yang baru lahir).
Fatwa MUI /
Dasar Hukum lain yang melarang · Fatwa MUI No. Kep-768/MUI/XII/1997 tanggal 22
Desember 1997 fatwa sesat ajaran Lia Aminudin. Tindakan Pemda dan Polri · Hasil
rapat koordinasi Aparat terkait Pemda Kab. Bogor bahwa untuk kegiatan LIA EDEN
di Cisarua Kab. Bogor pada tahun 1997 telah dihentikan kegiatannya sesuai Fatwa
MUI Bogor karena kegiatannya ditolak oleh masyarakat setempat.
3. ALQIYADAH
DAN ALHISMANIYAH
yang dipimpin oleh Ahmad Musadeq yang
tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabinya dan menafsirkan Al-Qur’an secara
sembarangan.
4.
INKARUSSUNNAH
Aliran Al-Qur’an suci yang tidak mengakui
hadist nabi sebagai pedoman.
5. ISA BUGIS
Yang menganggap Umat islam yang sekarang
masih dalam periode Mekkah.
6. DARUL AQRAM
Yang menganggap Imam Mahdi sebagai
pimpinan mereka dan mendapatkan wahyu dari dalam mimpi.
7. LDII (ISLAM
JAMA’AH)
Yang menganggap orang diluar kelompok LDII
sebagai najis dan kafir.
8. NII (NEGARA ISLAM INDONESIA)
Sesuai dengan namanya adalah sebuah gerakan
politik yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Berawal dari kelompok TNI yang
menyempal di bawah komando Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo. Awalnya hanya
ketidak-puasan politik di kalangan tentara, tetapi kemudian berkembang menjadi
doktrin aqidah tersendiri dan eksklusif.
Kasus-kasus
seperti ini memang bukan yang pertama terjadi. Konflik berdarah syiah sunni
sekarang ini, awalnya dahulu hanya berangkat dari ketidak-puasan di bidang
politik, tetapi entah bagaimana kemudian berkembang menjadi aliran aqidah
tersendiri.
Saat ini secara
resmi NII dan TII sudah ditumpas habis dan tidak punya kekuatan apa pun. Namun
secara spirit, banyak kelompok sempalan yang hari ini masih mengaku-ngaku
sebagai ‘titisan’ dari NII. Sayangnya, jumlah kelompok ini banyak sekali dan
beragam. Bahkan banyak yang malah sudah ditunggangi oleh kekuatan politik
tertentu untuk sekedar menjadi boneka, tentu dengan maksud-maksud tertentu.
Tetapi saya
yakin 100% bahwa semua kelompok dan alirannya yang begitu banyak, datanya semua
sudah ada di tangah pemerintah. Sebab kasus dimana kelompok NII digulung secara
masal sudah seringkali terjadi di masa lalu. Maka hari ini pun sangat mudah
bagi penguasa untuk melakukannya kembali.
Ibarat sebuah
kapal besar pecah menabrak karang, masing-masing penumpangnya mencari selamat
masing-masing dengan menumpang sekoci-sekoci kecil. Tetapi kemudian
sekoci-sekoci itu masih berpencar dan masing-masing bertabrakan sekali lagi
dengan karang, akhirnya tinggal ‘perahu-perahuan’ dari kertas dalam jumlah
ribuan. Masing-masing mengklaim sebagai pewaris resmi dari kapal besar itu.
Kelompok yang
ada sekarang ini tentu tidak pernah mengalamipenumpasanpisik secara langsung
sebagaimana di zaman Karto Suwiryo, sebab mereka adalah orang-orang baru yang
direkrut kemudian. Tentu dengan doktrin yang sudah diramu sedemikian rupa.
Bahkan tidak sedikit di dalamnya justru orang-orang ‘titipan’ penguasa untuk
melakukan manuver-manuver tertentu dan dalam posisi on mission.
Ciri-ciri dan
Doktrin
Sebenarnya NII itu pecah dan pecahannya menjadi sangat beragam.
Kita tidak bisa menggeneralisir semuanya menjadi satu ciri yang sama. Kadang
ada satu ciri yang bisa dikenali pada satu kelompok, tetapi ciri itu tidak
terdapat pada kelompok lain.
Diantara ciri
yang seringkali kita temukan antara lain :
1. Gerakan
Rahasia
Ciri khas dari sebagain dari NII banyak yang mengembangkan sistem
kerahas
dalam gerakan,
baik struktur maupun doktrin ajaran. Barangkali asal-muasalnya karena dulu
sempat ditumpas dan dikejar-kejar aparat, sehingga sampai sekarang mereka masih
saja terbawa-bawa untuk selalu berpikir seolah-olah masih jadi incaran aparat.
Maka mereka
terbiasa merasiakan segala sesuatu, sehingga umumnya bergerak di bawah tanah. Walaupun
sebagian dari mereka ada yang muncul dengan wajihah ammah, seperti berbentuk
pesantren, yayasan, jamaah pengajian dan sebagainya. Namun di balik semua itu,
tetap saja ada struktur yang mereka rahasiakan.
2. Paham Takfir
Ada juga sebagiannya yang mengembangkan paham takfir, sehingga
semua orang yang tidak ikut dalam kelompok mereka dianggap bukan orang Islam.
Atau setidaknya
orang yang tidak berbai’at atau bergabung dengan mereka dianggap tidak akan
selamat, sesat atau dianggap keluar dari jamaah Islam.
3. Menghalalkan
Darah Orang Luar
Bukan berhenti sampai kepada paham takfir, ternyata ada sebagain
mereka yang juga sampai menghalalkan darah orang yang tidak ikut dalam kelompok
mereka.
Maka agak masuk
akal kalau sampai terjadi pengeboman massal atas nyawa manusia menjadi halal.
Sebab doktrin mereka mengatakan bahwa yang bukan ikut kelompok mereka dianggap
kafir, atau setidaknya halal darahnya.
4. Harta Fai’
Selain mengkafirkan orang lain dan menghalalkan darah mereka,
kadang mereka juga menghalalkan harta milik orang lain di luar kelompok mereka.
Meski tidak
semuanya, namun tidak jarang sebagian dari kelompok NI masih menghalalkan hak
milik dan harta semua orang, selama orang itu tidak ikut kelompok mereka,
karena dianggap kafir.
Sehingga
perampokan, perampasan, penipuan, penjambretan dan penggelapan hukumnya halal
kepada siapa pun, baik kepada sesama muslim apalagi kepada orang kafir.
Alasannya adalah bahwa harta milik orang kafir itu halal. Dan kalau didapat
tanpa lewat perang, istilahnya adalah fai’.
5. Syahadat
Ulang
Ciri yang sering kita dapati dalam kelompok NII adalah bahwa setiap
orang yang bergabung seringkali diminta untuk melakukan syahadat ulang. Ini
cukup banyak kita temukan di berbagai pecahan kelompok itu.
Dasarnya
keyakinan bahwa tanpa itu, seseorang dikatakan belum beragama Islam.
6. Bai’at dan
Ketaatan Mutlak
Ciri khas yang paling sering didapati dari kelompok-kelompok NII
dan turunannya adalah kewajibkan berbai’at.
Kalau belum
berbai’at, maka dianggap masih belum menjadi bagian dari mereka. Bai’t itu
berbuah ketaatan kepada pimpinan sampai ke level MUTLAK TANPA KECUALI.
Dan tidak
dikenal yang namanya suara kritis atau masukan dari bawah. Kalau pun ada
majelis syuro, statusnya cuma pemberi saran dan pertimbangan saja, tidak lebih.
Tetapi keputusan akhir adanya pada pimpinan.
Majelis Syura
ternyata bukan majelis tertinggi, sehingga apa yang telah ditetapkan dalam
majelis syuro bisa saja digugurkan oleh sang pemimpin. Maka dalam tubuh NII dan
gerakan yang segaris, pengarus sang pemimpin bisa tanpa batasan alias mutlak.
7. Upeti
Kewajiban membayar upeti nyaris seragam selalu ada di hampir semua
bentuk gerakan NII dan berbagai gerakan turunanya.
Namun
seringkali dikemas dengan beragam istilah, seperti zakat, infaq, pajak, kaffrat
atau apa pun namanya. Jadi zakat tidak disetor ke lembaga amil zakat yang
resmi, tetapi disetorkan ke pihak atasan.
Tentu saja
upeti yang sudah masuk ke pihak pimpinan sudah tidak bisa lagi diganggu gugat.
Dan pihak pimpinan tidak merasa perlu untuk membuat rekap, laporan atau audit
harta setoran yang diterimanya.
Para anggotanya
pun sudah dibai’at untuk tsiqah 100% tanpa tawar menawar. Maka kalau ada
anggota yang iseng minta keuangan kelompok itu diaudit, ujung-ujungnya bisa
dipecat dan dibuang jauh-jauh. Alasannya karena menyalahi rukun bai’at, yang
salah satunya adalah tsiqah (percaya) kepada pimpinan.
8. Menabrak
Syariah
Sebagian NII yang beraliran sesat seringkali ngawur dan nyeleneh
dalam urusan syariah. Entah bagaimana prosesnya, yang pasti rata-rata pengikutnya
memang bukan orang yang paham ilmu syariah. Sehingga atas nama ketaatan dan
dasar ikatan bai’at, apapun yang dikatakan oleh pimpinan mereka dianggap bagian
dari syariah.
Lucunya
terkadang malah tidak mewajibkan shalat, dengan alasan fase perjuangan mereka
masih marhalah Makkah. Padahal kewajiban shalat justru sudah ada sejak awal
mula turun wahyu.
Untuk itu
gerakan NII biasanya malah menghindari diri dari kritisi dan debat dari para
ulama ahli syariah secara terbuka, karena mereka tahu bahwa apa yang mereka
ajarkan memang tidak punya argumen syariah. Mereka tahu bahwa mereka sesat dan
menyesatkan.
9. Rekruitmen
Anggota Diam-diam Atau Lewat Kamuflase Pengajian, Pesantren dsb
Tentu saja umat Islam yang punya akal dan punya bekal pemahaman
agama yang lumayan, akan menolak mentah-mentah doktrin-doktrin di atas.
Sehingga ‘dagangan’ mereka ini tidak akan laku kalau ‘dijual’ di tempat-tempat
yang banyak ulama dan kiyai serta orang-orang yang melek syariah.
Maka asongan
itu mereka dagangkan di tempat-tempat yang sepi dari ulama dan para ahli
syariah. Sasaran objek rekruitmen mereka adalah orang-orang berada tapi awam
dalam agama.
Sehingga dengan
dicukilkan sepotong ayat Quran atu hadits nabawi, yang ditafsirkan semaunya,
bahkan tanpa rujukan dari kitab-kitab yang muktamad, mulailah berjatuhan para
korban. Kasihan sekali, seharusnya orang-orang itu mendapat hidayah dan ilmu
yang benar, tetapi dengan aksi-aksi seperti ini, tenggelamlah mereka di dalam
kubangan kejahilan.
3.3 Cara Menghindari Aliran Sesat
1. Kenalilah
agama anda lebih mendalam lagi.
Manfaatkan keberadaan anda di perantauan ini dengan menuntut ilmu,
mengikuti majelis-majelis taklim, kuliah studi islam, membaca buku islami,
mendengarkan kaset-kaset ceramah agama, yang dapat menambah pengetahuan anda
tentang agama .rAllah, dan menambah kedekatan anda dengan kitabullah dan sunnah
Rasulullah. Kami pernah bertemu dengan
salah seorang da'i aliran sesat, ketika kami minta untuk tilawah Al Qur'an
ternyata bacaannya seperti orang yang belum tamat belajar Iqra', dengan
demikian kami yakin dia disesatkan karena ketidaktahuannya (kealpaannya) dengan
agamanya, kemudian karena sedikit bisa berdiplomasi maka dinobatkan sebagai
da'i.
2. Pererat
hubungan anda dengan ustadz (orang yang anda yakini kebenaran akidahnya).
Mungkin anda tidak sempat mengikuti
majelis taklim dan kuliah, akan tetapi anda dapat mendiskusikan (bertanya)
kepada para ustadz-ustadz melalui telepon atau sms untuk hal-hal yang musykil
bagi anda dalam masalah agama.
Logikanya,
andai seekor anjing disanjung Allah dalam Kitab Suci-Nya lantaran keakrabannya
dengan 7 orang pemuda shalih, apatah lagi seorang bani Adam yang memang telah
dimuliakan Allah.
3. Bertemanlah
dengan orang-orang yang mengingatkan anda akan Allah.
Kalau saja anda tidak bisa menghadiri majelis taklim, kuliah serta
sungkan bertanya kepada para ustadz, pererat hubungan anda dengan teman sejawat
yang mengikuti aktivitas-aktivitas keislaman tersebut, semoga anda mendapatkan
bau wangi dan wewangian dari mereka di Dunia dan Akhirat.
Jangan sampai
anda beranggapan bahwa tidak akan terjerat oleh kelompok-kelompok sesat, walau
tanpa melakukan salah satu langkah-langkah di atas, dalam kata lain: anda
menghindar dari majlis taklim, tidak bertanya kepada ustaz dan tidak berteman
dengan orang-orang aktif telah bersabda
bahwa serigalardalam keislaman. Karena dalam permisalannya Nabi hanya memangsa domba yang tertinggal dari
rombongan.
4. Baca dan
Pelajari Al Qur’an dan Hadits
“Kitab
Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”
[Al Baqarah:2]
”Hai orang yang
beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu.
Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah ia pada Allah (Al
Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan
hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik.” [An
Nisaa’:59]
“Aku telah
meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat
selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)
Dalam Al Qur’an
ada perintah sholat, zakat, puasa, haji, berbuat baik, dan sebagainya. Dalam Al
Qur’an juga ada larangan berzina, mencuri, berpecah-belah, fanatik golongan,
dan sebagainya. Dalam Hadits juga dijelaskan bermacam-macam perintah dan
larangan Allah.
Jika ucapan dan
tindakan pemimpin dan anak buahnya bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits
(misalnya sholat hanya 1 kali atau mengajarkan perzinahan) maka mereka adalah
kelompok sesat.
Jika meragukan
kebenaran Al Qur’an maka dia sesat. Contohnya paham Liberalisme yang meragukan
Al Qur’an berdasarkan hadits palsu yang dibuat oleh orientalis:
“Kitab Al Quran
ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al
Baqarah:2]
“Dan jika kamu
tetap dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami
(Muhammad), buatlah satu surat yang
semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu
orang-orang yang benar. “ [Al Baqarah:23]
“Dan
sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam keraguan yang menggelisahkan
terhadap Al Quran.” [Huud:110]
Jika
mengingkari Hadits/Sunnah Nabi maka sesat. Kelompok ini termasuk kelompok
Ingkar Hadits/Sunnah
”Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu
benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih
utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [An Nisaa’:59]
“Aku telah
meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat
selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)
5. Hati-hati dalam menafsirkan Al Qur’an
Ciri Aliran sesat adalah menafsirkan Al
Qur’an semaunya untuk menimbulkan perpecahan. Ayat Al Qur’an yang jelas tidak
perlu ditafsirkan lagi. Ada pun Ayat Al Qur’an yang kurang jelas ditafsirkan
dengan memakai ayat Al Qur’an lain yang berkaitan. Jika tak ada dengan hadits
Nabi yang sahih.
“Dia menurunkan
Al Quran kepadamu. Di antaranya ada ayat yang muhkamaat [jelas], itulah pokok
isi Al qur'an dan yang lain ayat mutasyaabihaat [tak jelas]. Orang yang condong
pada kesesatan mengikuti ayat-ayat yang
mutasyaabihaat untuk menimbulkan fitnah dengan mencari-cari artinya, padahal
tak ada yang tahu selain Allah. Orang yang dalam ilmunya berkata: "Kami
beriman kepada ayat yang mutasyaabihaat, semua itu dari Tuhan kami." [Ali ‘Imran:7]